Menerbitkan Buku, Impian Para Aspiring Writer
pic: playbuzz.com
Penulis merupakan salah satu profesi yang popularitasnya semakin menanjak setiap tahun. Meski masih ada beberapa tanggapan tak mengenakkan mengenai pekerjaan ini terutama mengenai "gaji", tidak menyurutkan semangat dari para peminat terlebih kaum milenial dan generasi Z.
Jika kamu perhatikan, banyak penulis muda bermunculan dalam kurun tiga tahun terakhir. Nama-nama baru dengan kisah-kisah yang tak terbilang segar tetapi mendominasi pasar, semakin menyemarakkan dunia buku dan menulis di Indonesia. Kesempatan para penulis pemula dalam menerbitkan buku juga semakin besar dan hal ini mendorong mereka untuk berkompetisi mengirim naskah dengan harapan karya mereka bisa mejeng di toko buku.
Namun, apakah semudah itu?
Menerbitkan Buku, Susah atau Mudah?
pic: Canva
Pada dasarnya, menerbitkan buku tidak terlalu mudah meski tidak bisa dikatakan sangat sukar. Permasalahannya adalah, saat ini banyak sekali saingan dan banyak penerbit yang terkadang membuat penulis bingung: di mana naskah saya harus berlabuh?
Menerbitkan buku mungkin tampak mudah bagi mereka yang belum pernah memiliki pengalaman. Namun, bagi mereka yang sudah melalui sepak terjang di dunia penerbitan, akan mengatakan, "Yeah, nggak segampang yang kamu pikirkan, loh." Mengapa?
Sebab, akan ada banyak faktor ketika redaksi memutuskan akan menerima naskahmu atau tidak. Perlu diingat, mereka yang bekerja di balik meja redaksi adalah manusia yang memiliki dua pandangan: subjektif dan objektif. Dengan kata lain, ada berbagai kemungkinan yang bisa terjadi ketika naskah kamu sampai di meja redaksi. Mereka bisa saja sangat suka atau malah benci banget.
Lalu, gimana dong caranya agar naskah kamu dilirik penerbit?
Tips Mengirim Naskah ke Penerbit
pic: 6amgroup.com
Meski mengirim naskah tampak mudah, ternyata banyak sekali karya yang gugur di meja redaksi, loh. Agar kamu nggak bernasib sama, yuk, perhatikan hal-hal di bawah ini.
1. Pastikan Naskah Kamu Sudah Selesai
![]() |
| pic: startwiththehouse.com |
2. Perhatikan Jenis Naskah yang Disukai Penerbit
![]() |
| pic: http://beyourselfandtherestwillfollow.com |
Mengirim naskah tidak bisa asal. Jika kamu tidak ingin membuang waktu dan tenaga dengan ending penolakan naskah, maka kenali dulu jenis naskah yang disukai oleh penerbit. Akan lebih baik jika kamu membaca beberapa buku terbitan penerbit incaran karena bisa memudahkan kamu dalam meraba jenis tulisan yang mereka sukai. Perhatikan juga genre yang sering mereka terbitkan karena ini akan membantu memperbesar peluang naskah kamu.
3. Perhatikan Syarat dan Ketentuan Naskah
![]() |
| pic: dlpng.com |
Tampak sepele tapi ternyata sering luput oleh si penulis ketika mengirimkan naskah. Untuk memudahkan penulis, para penerbit biasanya sudah mencantumkan syarat dan ketentuan naskah yang masuk ke redaksi. Umumnya, syarat dan ketentuan naskah ini meliputi: genre yang disukai atau sedang diminati; sasaran pembaca; format penulisan; panjang naskah. Hal ini bisa menjadi tolok ukur pertama kamu untuk mempertimbangkan apakah naskah kamu sudah bisa diajukan atau belum.
4. Jangan Abaikan Teknis Penulisan
![]() |
| pic: waveapps.com |
Kami tahu kalau sebagian dari kamu suka menulis di platform dan terkadang sangat santai ketika membuat cerita sehingga banyak hal-hal yang luput, misalnya seperti teknis penulisan. Jika kamu menerbitkan secara pribadi, mungkin nggak masalah. Namun, singkirkan kebiasaan ini saat kamu mengirim ke penerbit, ya. Editor di balik meja redaksi biasanya juga melihat bagaimana cara kamu menyusun naskah, loh. Mereka akan melihat seberapa banyak typo yang ada, bagaimana kamu membagi paragraf, bagaimana kamu menyusun dialog, dan lain-lain. Mungkin terlihat remeh tapi naskah yang rapi akan membuat cerita lebih enak dan nyaman dibaca. Ingat, jika naskahmu yang rapi ini diterima, proses editing juga bisa jadi lebih mudah.
5. Jangan Lupa Kirim Premis dan Sinopsis Utuh
![]() |
| pic: bathnovelaward.co.uk |
Tahukah kamu kalau dalam sebulan redaksi penerbit bisa menerima belasan hingga ratusan naskah? Jika ini yang terjadi, maka redaksi perlu bertindak cepat dalam membaca naskah dan umumnya, mereka akan melirik sinopsis serta premis cerita pertama kali. Sinopsis sendiri berarti ringkasan cerita dan ingat, sinopsis menceritakan dari awal sampai akhir. Jadi, bukan diakhiri dengan kalimat, "Bagaimana ya kisah mereka selanjutnya?" sebab redaksi nanti bisa bengong lalu menjawab, "Bagaimana mungkin Adinda tahu wahai Kakanda?"
Sinopsis tidak sama dengan penggalan cerita yang biasa kamu temukan di bagian belakang kover. Sinopsis harus menceritakan secara padat, ringkas, dan utuh soal isi naskah kamu. Tidak boleh ada yang ditutupi terutama para tokoh utama, gagasan cerita alias premis, konflik, serta penyelesaian yang kamu hadirkan. Jadi, kalau sinopsis kamu masih "gantung", segera ubah sebelum dikirim ke penerbit, ya.







